Bangun Sinergi Bersama Masyarakat

Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat merupakan satu di antara ujung tombak untuk merealisasikan program kerakyatan. Prestasi terbaru, yakni piala Adipura Buana 2016 atau Piala Adipura VIII yang diraih Kabupaten Indramayu menjadi bukti pola sinergi dengan masyarakat membuahkan hasil signifikan. Dalam penilaian Adipura Buana, pola pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kebersihan lingkungan menjadi suatu kebutuhan. Masyarakat dengan sadar dan mandiri mampu menjaga lingkungan serta kebersihannya sendiri dengan pola yang mereka bangun secara sukarela. Pemerintah daerah hanya membantu dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Banyak keuntungan dan manfaat yang didapat saat pemimpin dekat dengan rakyatnya. Itu saya rasakan sendiri selama menjabat bupati indramayu.

Banyak ide dan program yang ditelurkan Pemerintah Kabupaten Indramayu ternyata berasal dari ide rakyat. Ide atau program unggulan acapkali lebih nyata dan dibutuhkan masyarakat jika idenya muncul dari rakyat itu sendiri. Ide atau gagasan dari rakyat bahkan kerap lebih “tajam” dibandingkan ide atau gagasan yang dimunculkan atau diwacanakan dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Ide dari rakyat, bahkan lebih naluriah serta alamiah, namun benar-benar riil atau nyata yang menjadi dambaan mereka sendiri. Saya menilai, keluh kesah, tangisan, dan jeritan masyarakat bisa menjadi awal pemikiran untuk membuat program unggulan.

Dengan blusukan langsung ke lapangan, kendala dan hambatan pembangunan pada tataran konkret di lapangan menjadi terurai dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dari temuan di lapangan itu melahirkan berbagai program. Hal sama juga terjadi saat saya menelurkan program Kartu Pintar. Ternyata program ini hasil pemikiran atau ide dari rakyat juga. Saat masih ditemukan anak usia sekolah yang tidak bersekolah karena faktor biaya, lahirlah program Kartu Pintar. Program ini bertujuan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu. Dengan memiliki Kartu Pintar, anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan dasar selama Sembilan tahun. Dalam program Kartu Pintar ini, Anna sophanah menyiapkan dana puluhan miliar.

Masih banyak masyarakat Indramayu yang tidak masuk pada program Badan Perlindungan Jaminan Sosial (BPJS) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Program kartu sehat ini sasarannya adalah masyarakat yang kurang mampu yang tidak masuk oleh program BPJS dan Jamkesda. Melalui Kartu Sehat ini, masyarakat tidak mampu dapat berobat ke puskesmas atau rumah sakit umum daerah seperti di RSUD Indramayu, RSUD Pantura MA Sentot, dan RS Bhayangkara tanpa dipungut biaya. Dengan rujukan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, masyarakat tidak mampu juga dapat berobat ke RSUD Hasan Sadikin Bandung. Kini bahkan dirintis kerja sama dengan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Pembenahan infrastruktur seperti jalanan dan jembatan pun tidak luput dari perhatian. Masalah kerusakan jalan juga terpantau dari blusukan dari desa ke desa. Saat menyambangi sejumlah desa, keluhan jalanan rusak, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Sekali lagi, ide betonisasi yang dilakukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir berasal dari keluhan rakyat.

Betonisasi jalan kabupaten dan pembangunan jembatan penghubung antarkecamatan itu dibangun atas aspirasi dari masyarakat. Tercatat, sudah 183 kilometer jalan kabupaten Indramayu yang dibeton dan tiga jembatan megah dibangun yang menjadi penghubung antar kecamatan di wilayah Indramayu. Infrastruktur yang baik di harapkan dapat membuka serta meningkatkan akses-akses ekonomi, pendidikan, kesehatan untuk kemajuan masyarakat di wilayah tersebut.

Semua program unggulan ini terbantu berkat dukungan APBD yang setiap tahun mengalami kenaikan signifkan. Meski hasil kerja keras berbuah penghargaan, hal itu saya anggap sebagai bonus. Penghargaan terbaik secara hakiki bukan berasal dari lembaga resmi dan pemerintah lebih tinggi. Penghargaan terbaik menurut hemat saya merupakan penghargaan yang berasal dari rakyat. Yang jelas, penghargaan bukan tujuan utama dalam karir saya. Yang terpenting adalah bagaimana mengabdi, berkarya, dan berkerja untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Indramayu. Program Rakyat bukan untuk pejabat atau siapa-siapa. Namun, diperuntukkan untuk rakyat karena berasal dari jeritan rakyat dan suara hati rakyat.

(SUMBER : KORAN SINDO)