Program RKB Investasi Masa Depan Jabar

Pemprov Jabar melaksanakan berbagai kebijakan atau program demi meningkatkan kualitas pendidikan. Seperti, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas guru, dan alokasi anggaran dalam APBD dengan jumlah besar, adalah bentuk kepedulian Pemprov Jabar terhadap pendidikan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Provinsi Jabar ini secara konsisten melakukan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan melaui program 20.000 ruang kelas baru (RKB). Setiap kelas yang dibangun mendapat bantuan anggaran Rp 100 juta. Sekolah negri dan swasta dibantu agar terjadi pemerataan peningkatan kualitas sarana pendidikan. Program tersebut telah bergulir sejak Aher menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode pertama 2008-2013. Total 31.000 RKB telah dibangun di seluruh wilayah Jabar sejak 2009 sampai saat ini. Lantaran anggaran yang dibutuhkan untuk membangun RKB sangat besar, akhirnya muncul kesepakatan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk melakukan perbaikan sarana pendidikan dalam skema role sharing anggaran. Pemerintah pusat berjanji memperbaiki atau membangun kelas baru sebanyak 50% dari total RKB yang rusak. Kemudian, provinsi 30%, dan kabupaten/kota 20%.

Saat itu, program role sharing difokuskan untuk memperbaiki ruang kelas tingkat sekolah dasar (SD) ddan sekolah menengah pertama (SMP). “Tapi, dari pusat enggak jalan, kab/kota enggak jalan. Nah, Jawa Barat itu sudah di angka lumayan. Pada 2008-2009 sudah di angka 11.000 (RKB yang dibangun),” kata Aher kepada KORAN SINDO. Kemudian pada 2010, ujar Aher, Pemprov Jabar mulai membangun RKB untuk SMA/SMK. Setelah dilakukan evaluasi kebutuhannya, ternyata cukup besar. Total dari 2011-2016 ini sudah ada 20.000 RKB yang dibangun di Jawa barat. “Kalau digabungkan dengan data dari 2008-2009 berarti sudah ada 31.000 RKB yang dibangun. Sedangkan pada 2017, kami fokus (membangun RKB) SMA/SMK lagi,” ujar pria kelahiran Sukabumi 19 Juni 1966.

Bahkan, tutur Aher, saat Jepang diluluh lantakkan oleh bom atom, pemimpin Negeri Sakura itu langsung menanyakan berapa jumlah guru yang masih hidup. Artinya Jepang harus bangkit dari keterpurukkan melalui pendidikan. “Negara-negara maju itu oleh faktor pendidikan. Ini harus jadi kebijakan dari pusat sampai daerah. Faktor penentu kemajuan Negara adalah pendidikan. Program pembangunan RKB yang kami lakukan telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jabar,” tutur dia. Selain membangun RKB, pihaknya juga konsen membantu meningkatkan kualitas pesantren. Sejak 2013 sampai saat ini, telah 7.000 pesantren di Jabar yang dibantu untuk membangun asrama. Masing-masing pesantren mendapat bantuan Rp 100 juta. “Kami bisa mengklaim perhatian Pemprov Jabar terhadap infastruktur pendidikan paling besar”. Pungkas Aher.

(SUMBER : Mochamad Solehudin – Minggu 31 Juli 2016)