Kabupaten Sumedang Terus Berinovasi dan Memajukan Pembangunan

Kabupaten Sumedang memiliki luas wilayah 155.872 hektare (ha) terbagi dalam 26 kecamatan dan 277 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk 1.131.516 jiwa. Selain sebagai suatu kekuatan dan peluang bagi Kabupaten Sumedang, di sisi lain kami juga harus mewaspadai hal itu akan menimbulkan masalah bagi Kabupaten Sumedang dalam aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Karena itu, semua itu semaksimal mungkin dikelola dengan langkah dan strategi tepat dan akurat sesuai dengan karakteristik masyarakat dan wilayah Kabupaten Sumedang. Saat ini segenap Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, baik eksekutif maupun legislative, dan segenap masyarakat Kabupaten Sumedang untuk melakukan berbagai langkah pembangunan mengacu pada RPJPD Kabupaten sumedang Tahun 2005-2025 dengan Visi Sumedang Sehati (Sejahtera, Agamais, dan Demokratis) dan RPJMD Kabupaten Sumedang Tahun 2014-2018 dengan Visi Senyum Manis (Sejahtera, Nyunda, Maju, Mandiri, dan Agamais) yang dijabarkan pada 5 visi, 175 program, dan 282 indikator kinerja program.

Hal itu kami lakukan dengan ada program-program unggulan dan strategis Kabupaten Sumedang seperti Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Pembangunan Kawasan Agropolitan dan Agrowisata Jatigede, Penataan Kota, Pengembangan Kawasan Industri Ujung jaya, Pembangunan Jalan Sukasari Lembang, Pembangunan Sport Centre Tadjimalela, Pembangunan Jalan Lingkar Selatan, Pembangunan Daerah Irigasi Rengrang , dan Pembangunan Bunderan Polres.

Pembangunan jalan tol Cisumdawu yang memiliki lima interchange di wilayah Kabupaten Sumedang menjadikan akses lebih mudah untuk pergerakan barang dan jasa serta membuka peluang investasi serta promosi potensi ekonomi Sumedang. Pembangunan Waduk Jatigede membuka peluang usaha masyarakat khususnya di sekitar genangan. Sekaligus peluang investasi di sector pariwisata. Di bagian utara Kabupaten Sumedang, ada Rintisan Kawasan Industri Ujungjaya menjadi hinterland Kawasan Strategis Aerocity dalam mendukung Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Majalengka.

Disebelah barat Kawasan pendidikan Tinggi Jatinangor sebagai kawasan dengan fungsi utama pelayanan jasa dan perguruan tinggi serta teknologi bersinergi dengan pegembangan taman budaya ilmu dan teknologi (TBIT) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sedangkan di wilayah tengah dilakukan penataan kota di antaranya pembangunan Sport Centre Tadjimalela, Jalan Lingkar Selatan, dan yang sudah dilaksanakan Pembangunan Bundaran Polres sebagai pusat pelayanan lokal Kabupaten Sumedang. Pembangunan Jalan Sukasari Lembang yang menghubungkan wilayah barat Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Bandung Barat diharapkan mendongkrak kinerja sektor agrowisata dan agrobisnis. Pembangunan di Rengrang di wilayah timur Kabupaten Sumedang untuk mengairi lahan pertanian di Ujungjaya seluas 1.607 hektare sebagai kompensasi dari pembangunan Waduk Jatigede yang pemanfaatannya sebagian besar oleh kabupaten tetangga.

Pemerintah Kabupaten Sumedang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia tentulah memiliki variable, parameter, dan kriteria dalam melakukan self assessment sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Pemendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan dan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah.

Hasil pembangunan sampai pertengahan tahun ketiga RPJMD sudah mencapai 60,24%. Hasil ini sudah melebihi target rata-rata yang harus dicapai. Adapun prestasi yang dicapai di antaranya penilaian pengelolaan keuangan dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK untuk laporan tahun anggaran 2014 dan 2015, penghargaan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Tahun 2015.

Prestasi terakhir yang diraih Sumedang adalah Juara Umum Pameran Citra Pariwisata Nusantara 2015 dan 2016 mewakili  Jawa Barat dalam Ekspo Nusantara dengan menyabet penghargaan di tiga kategori yakni penataan stan, penyajian kuliner, dan penyaji produk daerah terbaik.

Beberapa keberhasilan pembangunan lainnya antara lain penyelesaian permasalahan terkait dampak sosial pembangunan Waduk Jatigede, teratasinya kemacetan lalu lintas menuju wilayah perkotaan melalui pembangunan pusat pemerintahan, dan pembangunan pasar modern.

(SUMBER : KORAN SINDO 3/08/2016)