Jadikan Bantaeng Daerah Benih Berbasis Teknologi

Dengan latar belakang pendidikan Pertanian serta di dukung oleh inovasi-inovasi brilian tak membuat Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah kesulitan dalam mengembangkan sektor pertanian di daerahnya. Melalui tangan dinginnya sejumlah program pertanian, yang arahnya untuk peningkatan teknologi dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani senantiasa dihadirkan.

Tujuannya tak lain untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat Bantaeng khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Hal itu diwujudkan melalui pengembangan benih berbasis teknologi. Benih yang di kembangkan tersebut ada sekitar 23 varietas benih melalui hasil penangkaran, yakni Jagung hibrid (Uri 21), jagung NA1 atau jagung Jepang, coklat, kentang, dan benih padi dan talas. Hasil inovasi benih ini telah disebarluaskan ke daerah-daerah lain, seperti di seluruh daerah di Provinsi Sulbar, Gunung Sitoli, Kabupaten Patlawan di Sumatra, Gunung Kidul, Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara.

Jenis benih yang diproduksi para petani di Bantaeng pun ada yang berumur 80 hari hingga 120 hari.  “Bantaeng adalah suatu wilayah terkecil sehingga diharuskan ada nilai tambah. Oleh karena itu di tahun 2009 saya mulai mencanangkan Bantaeng sebagai kabupaten benih,” tuturnya. “Melihat kondisi ini saya mencoba mengagas grand desain dengan memfokuskan pada benih. Baik itu benih jagung, padi hingga beberapa benih sayur-sayuran,“ katanya.

Kemajuan pertanian di Bantaeng yang memiliki 8 kecamatan yang terbagi atas 21 kelurahan, 4 desa dengan jumlah penduduk mencapai 170.057 jiwa kini dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat dan menopang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Data terakhir menunjukkan hasil pertanian di dataran rendah seperti benih jagung mencapai 11 ton perhektare (Ha), benih coklat mencapai 3,3 ton per Ha melalui regenerasi tanaman, dan untuk dataran tinggi dimanfaatkan pembenihan biji talas serta bawang merah untuk perencanaan komoditi ekspor. “Hasil bawang merah kami saat ini sudah mencapai Rp150 juta per Ha. Tidak bisa dipungkiri Bantaeng memiliki tigas cluster dari pantai hingga puncak gunung yang dapat menghasilkan pendapatan,” tuturnya.

Dengan hasil yang diperoleh saat ini, Nurdin menargetkan Bantaeng dapat mengambil peran dalam pengembangan pangan nasional melalui pasokan benih. Dia menilai pangan ini sangat penting. Jikalau tidak ada keseimbangan pangan itu akan menjadi ancaman stabilitas ekonomi dan politik.

Serap Aspirasi Masyarakat Melalui Open House

Ramah dan murah senyum serta easy going membuat sosok Nurdin Abdullah sangat dicintai masyarakatnya. Meski disela kesibukannya jika ada aspirasi masyarakat dirinya tak sungkan untuk langsung melayaninya. Apalagi, hal itu jika berkait dengan kritik terhadap layanan aparatnya.

Bahkan, secara khusus Nurdin Abdullah membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menemuinya di kediamannya dengan melakukan open house. Pola pendekatan ini diyakini dapat memberikan solusi atas persoalan yang dirasakan masyarakat, meski membutuhkan waktu panjang. Makanya secara khusus diberikan ruang bagi masyarakat menemuinya secara face to face mulau pukul 08.00 wita mulai Selasa hingga Jumat.

Nurdin mengatakan, dengan banyak-banyak mendengar keluhan masyarakat akan semakin memberikan rasa aman dan nyaman kepada mereka. Bukan menjadikan kedekatan kepada masyarakat sebagai langkah untuk membangun politik. “Silaturahmi bersama masyarakat dengan mendengar mereka satu persatu adalah sedekah. Apalagi segala keluhan mereka diusahakan untuk dicarikan solusi penyelesainnya,” katanya.

Diakuinya, bisa berjumpa langsung dengan masyarakat justu membuatnya jauh lebih mengetahui apa saja kendala dalam roda pemerintahannya yang perlu dibenahi. “Setiap hari saya menerima sampai 50 masyarakat dengan keluhan berbeda-beda. Meski demikian saya sangat bahagia,” tegasnya. Bahkan dari banyaknya keluhan yang dialami masyakat, direalisasikan dengan  baik untuk membangun kepercayaan masyarakat yang biasa saya mulai dengan dari kebutuhan sepatu sekolah, rumah warga yang diambil karena tidak memiliki akta kepemilikan hingga persoalan-persoalan administrasi mereka keluhkan,” beber, Nurdin.

Hal ini membuahkan dampak yang sangat positif, dimana berdampak pada angka kepuasan masyarakat sekitar 97%. Dan harapan kedepannya akan terus dimaksimalkan pelayanan tersebut agar masyarakat semakin nyaman dan bahagia.

Menurutnya prinsip yang mesti dibangun dalam diri seorang pemimpin adalah kepercayaan, karena dengan membangun kepercayaan, dan orang disekitar kita akan merasa nyaman. “Selain open house saya juga biasa melakukan blusukan-blusukan ke masyarakat dengan tujuan mengetahui apa lagi yang menjadi keinginan masyarakat,” pungkasnya.

(SUMBER : Chaerani Arief – KORAN SINDO Selasa 9 Agustus 2016)