Ciptakan Generasi Unggul untuk Masa Depan Sibolga

Program mulai diluncurkan pada 2011, saat perode pertama kepemimpinan Syarfi Hutauruk sebagai Wali Kota Sibolga melalui pembukaan kelas unggulan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negri 1 Sibolga. Kini program itu telah mengakar kuat ke seluruh sekolah di Kota Sibolga. Mulai sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Hal itu ditambahkan dengan intensivitas pembangunan pendidikan, baik fisik maupun non fisik, termasuk didalamnya pembentukan Akademi Komunitas Negeri. Tercatat, lebih dari 1.200 siswa-siswi Kota Sibolga yang sudah berhasil menembus berbagi perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Ini terbilang cukup fantastis bagi ukuran Kota Sibolga sebagai kota kecil, yang Cuma memiliki delapan unit setingkat SMA. Adapun penduduk Kota Sibolga sekitar 100.000 jiwa.

Sederetan prestasi pun berhasil diraih para siswa, kepala sekolah, dan guru Kota Sibolga. Misalnya, juara II Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2014 tingkat SMA untuk mata pelajaran matematika. Lalu, menjadi perwakilan Provinsi Sumatra Utara 2014 dan 2015 untuk tingkat SMA bidang Fishery, juara II Fs2N lomba vocal solo tingkat provinsi Sumut 2013, juara II F2SN lomba baca puisi tingkat Provinsi Sumut 2014, dan juara II F2SN lomba desain poster tingkat provinsi Sumut 2014.

Selanjutnya, mewakili Kota Sibolga tingkat nasional di Bali untuk lomba Penelitian Ilmiah Remaja (PIR) tingkat SMP pada 2013, juara IV tingkat Provinsi Sumut untuk SMP dan mewakili Provinsi Sumut untuk lomba Internasional Mathematic Science Olimpiade (IMSO) 2014. Kemudian, juara II FLS2N tingkat SD untuk lomba pidato bahasa Indonesia tingkat Provinsi Sumut dan juara III OSN tingkat Provinsi Sumut 2016 untuk SMP.

Untuk prestasi kepala sekolah (kasek), yakni juara I Kasek Berprestasi tingkat Sumut 2011 dan juara III Kasek Berprestasi tingkat Nasional. Kembali pada 2013 dan 2014, menjadi juara III Kasek Berprestasi tingkat Sumut. Pada 2015, kasek salah satu SMP dan SD di daerah itu keluar sebagai juara tingkat Provinsi Sumut dan juara III untuk tingkat Sumut.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Sibolga pada 2014 berhasil meraih penghargaan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Apreciation oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Solo, Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk.

Kemudian menyabet penghargaan sebagai peraih nilai indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) tertinggi se Sumatra Utara (Sumut) dalam UN SMA/MA/SMK 2015. Bahkan capaian indicator kinerja pembangunan pendidikan Kota Sibolga melampaui target nasional kurun waktu 2011-2015

Pada 2012, SD Negeri 081240 Sibolga berhasil meraih juara II Lomba perpustakaan tingkat Provinsi Sumut dan pada 2014 sebanyak 4 SMP mendapat penghargaan sebagai sekolah bertaraf standar nasional pendidikan.

Kemudian masih di tahun yang sama 2014 , sebanyak dua sekolah di daerah itu mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Nasional, begitu juga di tahun berikutnya yakni 2015. Sementara pada 2015 tercatat sebanyak delapan sekolah mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sumut. Lalu 2015 juga ada dua sekolah menjadi perwakilan Sumut mengikuti lomba sekolah budaya mutu tingkat nasional.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk mengatakan, intensivitas pembangunan pendidikan melalui program inovasi menyiapkan generasi Kota Sibolga dengan penciptaan siswa-siswi berprestasi menjadi sarjana-sarjana tangguh, berilmu, dan berpengatahuan tinggi, merupakan salah satu cara untuk mengubah kondisi daerah, karakter, dan pola pikir masyarakat Kota Sibolga sehingga bisa semakin maju dan sejatera.

Wali Kota Sibolga setiap waktu silih berganti, tapi kehidupan masyarakat dalam potret kualitas sumber daya manusa (SDM) tetap rendah. Inilah yang melatar belakangi saya membangun pendidikan dengan salah satu langkah inovatif menyiapkan generasi Kota Sibolga melalui penciptaan siswa-siswi berprestasi untuk menjadi sarjana-sarjana tangguh,berilmu, dan berpengetahuan tinggi. Saya melihat bahwa tidak ada satu negarapun yang masyarakat dan pola pikirannya maju, tanpa melalui pendidikan,” papar Syarfi Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga Alpian Hutauruk mengatakan, pembukaan kelas unggulan SD, SMP, dan SMA merupakan upaya memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas bagi pelajar yang unggul di bidang akademik. Target dan cita-cita Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk akan tetap dilaksanakan dan diteruskan. Pihaknya juga meyakini jika proses pembangunan pendidikan benar maka akan menjadikan Kota Sibolga sebagai kota pelajar selain kota yang maju dan sejahtera. “Cita-cita dan harapan saya hanya satu. Mereka yang menempuh ilmu dan pengetahuan di perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk yang di perguruan tinggi swasta (PTS) mampu mengisi pembangunan dan mengubah daerah ini menjadi lebih baik ke depannya. Apakah itu sebagai professional muda atau entrepreneur muda untuk menggeliatkan usaha-usaha di Kota Sibolga. Jadi, tidak harus menjadi pegawai negeri sipil (PNS),” ujar Syarfi. “Sebagaimana kita ketahui, stigma yang disematkan kepada masyarakat nelayan (di pesisir) ada tiga, yakni dari segi kesehatan rendah, pendidikan juga rendah, demikian juga angka kemiskinan yang cukup tinggi. Ditambah lagi tingkat konsumsi juga tinggi. Sebagian masyarakat cukup tinggi dalam hal meminjam uang di bank. Sebaliknya, mereka rendah dalam hal menyimpan uang di kas (diluar bank) daripada di bank. Ini kan bukan ciri-ciri masyarakat modern. Paradigma ini yang harus diubah” tandas mantan anggota DPR ini. Pemko Sibolga akan konsisten memperhatikan sector pendidikan dengan salah satu program inovatif sekolah-sekolah unggulan diperiode kedua kepemimpinannya. DPRD sepakat dengan pencanangan atau pemikiran Wali Kota Sibolga Syarfi Huaturuk untuk mengubah cara berpikir, karakter masyarakat. Para siswa yang masuk ke PTN ini merupakan asset. “Saat mereka kembali lagi nantinya ke Kota Sibolga, ilmu dan pengetahuan yang mereka dapatkan di PTN-PTN ternama, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Airlangga, dan lainnya di Indonesia, tentu bisa dimanfaatkan bagi kemajuan Kota Sibolga kedepan. Terlebih untuk mengubah karakter dan pola pikir masyarakat Sibolga,” papar Hendra.“Jadi di bidang pendidikan, selain kesehatan, pada periode lima tahun pertama kepemimpinan Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk sudah terpenuhi.

(Sumber: Jonny Simatupang – Koran Sindo 25/07/2016)