Tahun 2020, Finlandia Hapus Mata Pelajaran Matematika, Fisika dan Kimia Dari Kurikulum

Purnawirawan TNI Menjadi Pelindung Dan Penasihat YABI
May 8, 2015
Finlandia, Sekolah 5 Jam Tanpa PR & Ujian Nasional
June 18, 2015

Tahun 2020, Finlandia Hapus Mata Pelajaran Matematika, Fisika dan Kimia Dari Kurikulum

Screenshot_27

Finlandia yang menjadi salah satu negara barometer pendidikan terkemuka di dunia bakal melakukan perombakan paling radikal dalam sistem pendidikan modern. Mulai tahun 2020, negara ini menghapus setahap demi setahap mata pelajaran individual seperti matematika, kimia, dan fisika. Sebagai gantinya, siswa diajarkan tentang topik-topik atau fenomena yang luas dan aktual sehingga tak ada lagi pertanyaan seperti “apa gunanya belajar mata pelajaran ini?”

Pernahkah ketika belajar dan mengingat rumus-rumus sulit tentang matematika atau kimia, Anda atau anak Anda dulu berpikir, :Buat apa mempelajari ini semua, toh nanti kalau sudah bekerja semua ini tidak akan terpakai?” Jika pernah, maka Anda termasuk banyak orang yang dulu pernah berpikir seperti itu. Dan Finlandia, negeri dengan sistem pendidikan terbaik di dunia akan menghapus mata pelajaran-mata pelajaran eksak dan spesialis seperti itu mulai tahun 2020.

Langkah revolusioner itu dilakukan berdasarkan uji coba sejak dua tahun lalu yang menghapus mata pelajaran individual untuk pelajar usia 16 tahun di Helsinki, ibu kota negara. Selain itu, 70 persen guru SMA di Helsinki dilatih dengan pendekatan baru tersebut. Hasil uji coba menunjukkan bahwa siswa merasa senang dan diuntungkan.

Richard Garner dari The Independent melaporkan bahwa output terukur dari murid telah membaik sejak sistem baru diperkenalkan. Cetak biru Kyllonen atau kurikulum pendidikan baru yang merujuk nama Marjo Kyllonen, Manajer Pendidikan Helsinki, akan dipublikasikan akhir bulan ini. Kurikulum baru itu bakal diterapkan pada tahun 2020.

Para perencana menjelaskan ketimbang mengikuti satu jam pelajaran geografi dan satu jam pelajaran sejarah seperti saat ini, lebih baik siswa belajar tentang Uni Eropa selama dua jam. “Di dalamnya meliputi pelajaran bahasa, ekonomi, sejarah, dan geografi,” katanya.

Contoh lain, siswa sekolah kejuruan yang mempraktekkan sistem ‘pelayanan di kantin’ akan sekaligus belajar matematika, bahasa, dan keterampilan berkomunikasi. Meskipun siswa masih mempelajari semua teori-teori ilmiah yang penting, mereka akan mencari tahu apa yang mereka pelajari dengan menerapkannya yang sebenarnya terdengar cukup mengagumkan.

Pasi Silander, Manajer Pengembangan Helsinki yang memimpin proyek perubahan ini menekankan pentingnya pelajaran yang dapat membantu siswa memasuki dunia kerja. “Yang kami butuhkan sekarang adalah jenis pendidikan yang berbeda untuk mempersiapkan orang bekerja,” katanya.

Anak-anak muda masa kini sudah hebat menggunakan komputer. Pada masa lalu semua bank memiliki banyak pegawai yang menghitung angka secara manual tapi sekarang semuanya telah berubah. “Oleh karena itu kita harus membuat perubahan dalam pendidikan yang diperlukan untuk industri dan masyarakat modern,” katanya kepada Garner.

Sistem baru ini juga mendorong berbagai jenis pembelajaran, seperti memecahkan masalah dalam berinteraksi dan bersosialisasi di antara kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk membantu mengembangkan keterampilan siswa untuk siap berkarier.

“Kita harus memikirkan dan merancang ulang sistem pendidikan sehingga dapat mempersiapkan anak-anak kita di masa depan dengan keterampilan yang diperlukan untuk hari ini dan esok,” kata Marjo Kyllonen. Menurut Marjo, ada sekolah yang mengajar dengan cara kuno yang berguna hanya untuk masa-masa di awal tahun 1900-an. Tetapi kebutuhan tidak sama, katanya, dan kita perlu sesuatu yang cocok untuk abad ke-21.

Memang, ada beberapa reaksi dari para guru yang menghabiskan seluruh kariernya dengan mengkhususkan diri dalam mata pelajaran tertentu. Namun cetak biru kurikulum baru ini menunjukkan bahwa guru dari berbagai latar belakang berbeda akan bekerja sama untuk menerapkan topik-topik dari kurikulum baru ini. Mereka juga akan menerima insentif dengan melakukan sinergi itu.

Finlandia diakui memiliki salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia. Secara terus-menerus, negara ini berada pada peringkat atas PISA untuk mata pelajaran bergengsi seperti matematika, sains, dan membaca. Apakah perubahan radikal ini bakal membantu mereka untuk tetap mempertahankan posisi itu?